tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - 0812 271 77049

tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - 0812 271 77049
what are you looking for? I am down...

Wednesday, February 27, 2008

JBDK - Jawa Pos


Minggu, 24 Feb 2008,
Ada Bisnis Menggiurkan

Terus meningkatnya karya video porno dan gambar saru di dunia maya (internet) memang tidak terlepas dari adanya bisnis yang menggiurkan. Menurut Sony, produksi video dan gambar porno itu dimanfaatkan orang-orang tertentu untuk meraup keuntungan yang besar.

Sony menyebut, saat ini ada puluhan hingga ratusan situs porno made in Indonesia. Setiap situs tersebut, terang Sony, mempunyai member (anggota) 3 ribu-10 ribu orang. Setiap hari, para member itu saling bertukar informasi terbaru soal perkembangan bisnis "lendir" tersebut. Tarif yang diberlakukan tia
p situs berbeda-beda. Ada yang menerapkan tarif biasa, namun tak jarang yang mematok tarif premium.

Sony memaparkan, untuk tarif biasa, para member dikenai biaya Rp 50 ribu per bulan. Sedangkan untuk tarif premium, pemilik situs mematok biaya minimal Rp 150 ribu per bulan. "Hitung saja, dengan pelanggan hanya 10 ribu, sudah Rp 150 juta per bulan keuntungan yang didapat," ungkapnya.


Bukan hanya jasa akses, untuk menarik pelanggan, para pengelola situs tersebut juga memberikan imbalan bagi pelanggan yang memberikan kontribusi. Bahkan, di beberapa situs tertentu, diberikan mekanisme dan tata cara pelanggan memasukkan karyanya. "Yakni, dengan mekanisme up load atau yang lainnya," tutur dia.

Imbalan dari kontribusi ini juga cukup menggiurkan. Misalnya, dia menyebut durasi satu menit karya video porno. Sebuah situs tertentu memberikan imbalan Rp 100 ribu. "Jika itu sampai bermenit-menit, tinggal kalikan saja," jelasnya.

Bahkan, menurut dia, ada beberapa orang yang bertugas mencari target. Dengan berbekal sedikit uang, orang-orang itu bergerilya mencari pasangan yang bisa diekspose untuk kepentingan bisnis. "Selain itu, muncul juga para pelaku amatir yang sengaja memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari keuntungan sendiri," bebernya. (sam/jpnn/ib)

No comments: