tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - 0812 271 77049

tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - 0812 271 77049
Jogjakarta HeavenNingrat - Jogjakarta CyberNingrat - tvlabcomm@gmail.com

Sunday, June 28, 2009

Event : Stop Teen Dating Violence!

,
rekan-rekan,

sebentar lagi, Event Stop Teen Dating Violence akan digelar secara nasional di Madiun pada tanggal 25-26 Juli 2009. Acaranya macam-macam, ada talkshow ada diskusi, seminar dan lain-lain. Kebetulan, saya akan hadir di sana, sambil membawakan buku saya "Teen Dating Violence".

Oke rekan-rekan, mari berjanji demi diri kita sendiri dan negara ini "Kami berjanji tidak akan bugil di Depan Kamera dan Membuat kekerasan kepada teman, keluarga dan orang-orang yang kami sayangi!"

Salam,


Sony Set

Tuesday, June 16, 2009

Ingin Menjual Buku Digital "Rahasia Menulis Skenario Profesional"


Saya memberanikan diri untuk menawarkan sebuah buku digital karya saya yang berjudul "Rahasia Menulis Skenario Profesional". Buku digital ini dikemas dalam 1 file PDF. Pada tahun 2003-2008, buku ini best seller , dicetak berkal-kali dan diterbitkan oleh MIZAN. Saat ini, hak penerbitan buku telah dikembalikan ke saya dan saya tidak berniat untuk memberikan ke percetakan tradisional.

Buku ini menjadi standar pembelajaran skenario di Indonesia dan menjadi acuan profesional dan akademis yang tertarik mempelajari format skenario film dan sinetron di Indonesia.

Saya ingin menjual buku ini dalam versi digital (PDF). Anda bisa mendownload buku digital ini di link :

http://www.kitaupload.com/download.php?file=354Rahasia%20Menulis%20Skenario%20Profesional-%20Sony%20Set.pdf


O iya, file yang anda download adalah file full version yang terdiri dari 172 halaman ketik dalam format PDF. Saya tulis berbulan-bulan, hasil dari pengalaman menjadi penulis skenario di beberapa stasiun televisi nasional seperti RCTI dan TRANS TV.

harganya? CUkup murah, hanya sebesar Rp 10.000,- . Anda bisa mendownloadnya dan apabila anda merasa puas, Anda diperkenankan untuk membelinya. Sebuah sistem yang adil bukan? Anda dapat mendownload dan menggunakannya, lalu anda bebas untuk membeli atau membatalkannya.

Cara pembeliannya, Anda dapat mentransfer ke rekening BCA dan Mandiri

Untuk BCA, Anda bisa transfer ke rekening BCA atas nama Sony Adi Setyawan
Nomor Rekening : 273 163 3233
KCP Dewi Sartika Jakarta


Untuk tabungan MANDIRI, Anda bisa transfer ke rekening atas nama Sony Adi Setyawan
Nomor Rekening : 129-00-0663616-7
KCP Jkt Plaza Kramat Jati Indah


Apabila Anda telah mentransfer dan mendownload buku digital "Rahasia Menulis Skenario Profesional", Anda akan mendapatkan BONUS TAMBAHAN berupa 40 file skenario drama dan sitkom dalam format MICROSOFT WORD yang telah diproduksi dan ditayangkan di televisi.

Untuk mendapatkan BONUS TAMBAHAN (hanya berlaku bagi Anda yang melakukan pembelian), silahkan kirimkan alamat email anda dan nomor telepon anda ke

email : penulistangguh@gmail.com
SMS/TELEPON : 085 737 080 149

Saya akan mengirimkan alamat link BONUS TAMBAHAN berupa 40 file Skenario Drama dan Sitkom. Anda bisa mendownloadnya seketika.

Jadi? Silahkan Anda Download buku karya saya "Rahasia Menulis Skenario Profesional" dan dapatkan BONUS TAMBAHAN, 40 File Skenario Sitkom dan Drama dalam Format Microsoft Word.

Salam Kreatif.


Sony Set
http://tvLab.blogspot.com

Kunjungan ke Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan

Ini foto yang dibuat seminggu yang lalu, tanggal 9 Juni 2009, di kantor Kementrian negara Pemberdayaan Perempuan. Kita diundang untuk melakukan diskusi perihal masalah teen dating violence, berkenaan dengan buku tulisan saya yang berjudul sama.

Nggak pernah terbayangkan, kalau buku sederhana tersebut, sampai kepada orang-orang penting di negeri ini yang menyuarakan perjuangan untuk membela perempuan. Terimakasih untuk rekan-rekan Kanisius, Ibu Mentri Meutia Hatta beserta para staff, yang sudah menerima kedatangan kami.

Salam

Sony Set

Tuesday, June 9, 2009

Video Klip KCTB



Syuting Video Klip, "Ketika Cinta tak Bertasbih" , Parangkusmo Lautan Pasir Jogjakarta

Pokoknya ajaib banget. Anda bisa lihat hasil syuting kita di link ini :

Wednesday, May 20, 2009

Mencari Penerbit untuk Sponsor Penulisan Buku Kreatif Televisi


salam,


Rekan, saya Sony Set., penulis skenario dan telah menulis 10 buku yang telah diterbitkan secara nasional. 3 buku tulisan saya tentang dunia penulisan skenario dan pertelevisian, telah menjadi buku acuan penulisan skenario dan pembelajaran tentang strategi kreatif tim penulis di televisi.
Kali ini, saya ingin menulis buku tentang penulisan skenario tingkat lanjut dengan fokus pada naskah komedi televisi. Saya merasa, belum ada buku penulisan skenario yang berfokus pada naskah komedi televisi.


Komedi di layar televisi Indonesia, telah ada sejak jaman tahun 1960-an dengan berbagai format awal yang menjadi tonggak tayangan komedi di Indonesia. Salah satunya adalah grup Srimulat, yang telah malang melintang lebih dari 40 tahun dilayar televisi. Selain itu, perkembangan terkini dari naskah komedi televisi terkini, melahirkan berbagai macam konsep tayangan komedi terkini seperti ExtraVaganza, tawa sutra dan berbagai macam ragam tayangan komedi lainnya.


Lalu, bagaimana caranya kita mempelajari Otak Kreatif yang melahirkan jutaan tawa dan ide penulisan naskah komedi? Nah, saya mencoba menghadirkan sebuah buku yang berfokus pada masalah penulisan naskah komedi di televisi.


Rencananya, buku ini akan dikemas dalam 350 halaman ketik Word A4, spasi 1.5. Sampai saat ini, saya baru menyelesaikan 150 halaman.


Pembuatan buku ini cukup rumit dan berat. Memakan waktu untuk melakukan studi ke stasiun televisi dan berdiskusi dengan tim kreatif yang ada di sana.


Nah, saya sedang mencari sponsor penulisan buku yang dapat mendukung langkah saya untuk menyelesaikan riset buku ini. Saya berharap, sponsor ini berasal dari pihak penerbitan atau orang-orang yang tertarik menerbitkan buku yang saya tulis.


Jika Anda tertarik untuk mewujudkan ide ini, silahkan hubungi saya langsung di


0812 271 77 049
085 737 080 149


Saya menawarkan sistem kerja sama yang menarik dan WIN-WIN Solution.


Saya tunggu,
Hormat saya,


Sony Set


0812 271 77 049
085 737 080 149
http://tvlab.blogspot.com/

Monday, May 11, 2009

Training Penulisan Skenario - Jogjakarta Mei - Juli 2009


Training Penulisan Skenario - Jogjakarta Mei - Juli 2009


Telah dibuka, Training Penulisan Skenario 1 hari Untuk Umum, pelajar dan Mahasiswa.

Pelaksanaan :

Training dilaksanakan selama 6 jam berturut-turut selama 1 hari.

Biaya Training         : Rp. 150.000/orang
pelaksanaan             : Setiap hari minggu dari bulan Mei - Juli.

Training terbuka untuk kelas Pemula, Lanjutan dan Profesional

1. Kelas Pemula : Ditujukan bagi setiap peserta yang baru pertama kali ingin mempelajari skenario dan mencoba menulis/membentuk cerita yang dikonversikan ke format skenario. (Dilaksanakan setiap hari minggu, mulai Minggu terakhir bulan Mei hingga Minggu terakhir bulan Juni 2009)

2. Kelas Lanjutan dan Profesional
Ditujukan kepada peserta yang ingin mendalami penulisan skenario dan mempersiapkan diri membuat bentuk skenario format industri dan mempersiapkan diri untuk bekerja di industri PH dan Broadcast TV.

Fasilitas :
1. Tutorial & Digital Book "Buku Menulis Skenario - sebanyak 400 halaman"
2. CD data + 40 contoh format skenario yang sudah ditayangkan (dalam format WORD)
3. Makan Siang & Snack.
4. Presentasi + Interaksi
5. Pengajar pengajar berpengalaman dan profesional dan saat ini menjadi tim penulis skenario untuk Trans 7, TVRI dan ANTEVE

Training di lakukan setiap hari minggu mulai Akhir BulaN mei, Kelas Maksimal 25 orang persesi. Tempat di Graha Prawiro Taman (Graha Anak Bangsa), Jalan Prawiro Taman, No 3 - Prawiro Taman Jogjakarta.

Keterangan lebih lanjut, hubungi

Divisi Training Penulisan Skenario
085 737 080 149
0812 271 77 049
0274 9168400

Terimakasih,

Anak Bangsa Communications & TV Lab Communications

Thursday, April 30, 2009

Menyibak Kekerasan Berkedok Cinta

Menyibak Kekerasan Berkedok Cinta

Peresensi:
Humaidiy AS *)

Remaja adalah aset dan potensi bangsa yang sangat berharga, karena mereka adalah sumber daya insani yang akan meneruskan pembangunan nasional di masa mendatang. Masa remaja merupakan masa rentan, karena merupakan masa transisi dari kanak-kanak menjelang dewasa, yang ditandai dengan perkembangan yang sangat cepat dari aspek fisik, biologis dan sosial. Salah satu kegiatan yang sering dilakukan remaja adalah pacaran (dating) yang melibatkan remaja perempuan dan laki-laki. Ketika masa remaja tumbuh dan berkembang mengenal masa cinta dan kasih sayang, mereka mewujudkannya dalam sebuah hubungan berbaut Rasa sayang dan rasa memiliki. Mereka menyebutnya sebagai masa bercinta, pacaran, dating, hubungan romantis atau apapun istilah lainnya yang melukiskan sebuah pola ketertarikan anatartubuh yang melibatkan segenap emosi, jiwa dan raga.


Seiring dengan waktu, hubungan kencan (dating) yang awalnya dianggap sebagai ajang saling mengasihi, melindungi, berbagi suka dan duka bersama selanjutnya berkembang menjadi sesuatu yang dieksplorasi sedemikian rupa, yang mengarah kepada kondisi ketertarikan lebih jauh ke wilayah seksual yang seharusnya tidak dilakukan. Kebanyakan dari mereka tidak mengerti atau tidak mengetahui akibat dari perbuatannya, sehingga mereka lebih mementingkan dorongan biologisnya tanpa memperhatikan akibat dari tindakan dan perbuatannya tersebut di kemudian hari.


Saat ini, kaum remaja berkembang dalam masa kemajuan teknologi dan informasi yang sangat pesat, sehingga sangat mudah mengakses dan terpengaruh oleh informasi baru, yang pada kenyataannya tidak selalu berdampak positif bagi mereka. Buku bertajuk “Teen Dating Violence; Stop Kekerasan dalam Berpacaran” yang ditulis oleh Sony Set berdasarkan riset dan hasil wawancara, namun disajikan dengan gaya bahasa yang menarik, khas bacaan pop remaja. Melalui buku ini penulis mencoba menggambarkan berbagai ihwal kekerasan dalam berpacaran (dating violence) yang melanda jutaan remaja di Indonesia dan menjadikannya sebagai sebuah “peringatan” dalam mewaspadai berbagai tindak kekerasan terhadap remaja.


Dalam riset yang dilakukannya ke beberapa sekolah di Jakarta, Malang, Yogyakarta dan Solo, apa yang tertuang dalam buku ini menunjukkan bahwa pacaran (dating) tidak melulu berjalan indah dan menyenangkan, bahkan dalam kenyataan yang terjadi adalah berbagai bentuk pelecehan, intimidasi, kekerasan ataupun pemerkosaan yang mengatasnamakan cinta dan kasih sayang. Namun, hal yang patut disayangkan adalah bahwa persoalan ini belum mendapat porsi perhatian yang lebih dari masyarakat kita. Banyak sekali orang tua, remaja, dan guru yang belum sepenuhnya memahami masalah dating violence, kebanyakan dari mereka belum menganggap persoalaan unik ini sebagai sebuah kasus besar yang harus dicermati bersama. Dating di kalangan pelajar remaja masih dianggap sebagai aktivitas main-main, cinta monyet, atau beberapa anggapan lain yang menyatakan pacaran gaya remaja hanya sebuah permainan belaka. Padahal, data di lapangan dan kondisi aktivitas dating di kalangan remaja kita terjadi secara besar-besaran. dalam intensitas jumlah dan kualitas pelanggaran atau kekerasan yang semakin menunjukkan angka bombastis.


Dalam studi kasus terhadap remaja Indonesia, ditemukan peningkatan serius dalam data dan fakta bahwa prilaku hubungan seksual pranikah banyak sekali dilakukan oleh pasangan cinta yang duduk di bangku sekolah dan akademi. Menurut sebuah data, setiap tahun terjadi 2,5 juta kasus aborsi dan 60 % dilakukan oleh anak muda atau 1, 5 juta aborsi pertahunnya. (hal. 18). di negara maju seperti Amerika Serikat, pemerintah dan departemen yang mengurus soal pendidikan dan remaja, sangat concern membangun berbagai macam protokol guna mengatur anak muda dalam persoalan ini. Mereka serius ikut serta mengawasi aktivitas dating melibatkan banyak pihak seperti Guru, orang tua, LSM, badan pemerintah dan para remaja pelaku dating. Mereka melihat, dating violence adalah masalah besar dapat menghancurkan masa depan jutaan anak muda di sana. Disana, protokol dating violence berkembang menjadi pola kegiatan kampanye "Anti Dating Violence" yang biasa diselenggarakan setiap menjelang hari Valentine. Mengapa harus diselenggarakan di hari Valentine? Karena terdapat sebuah fakta, anak-anak muda di Amerika Serikat tercatat mencapai kegilaan dan kekerasan dalam dating pada hari-hari tersebut. Anak-anak Muda di sana mengalami masalah kronis dalam masa berpacaran dan menjadi korban atas nama cinta, yang ternyata adalah tipuan seksual belaka. Sebelumnya, pada tahun 1995 ditemukan data 7% kasus pembunuhan yang menewaskan remaja belia yang dilakukan keksihnya. 20 % remaja putri usia perguruan tinggi diperkirakan mengalami kekerasan dalam dating mereka. Bahkan, sebuah survei terbaru yang dilakukan secara serentak di beberapa negara bagian di AS melahirkan fakta, 60% perempuan usia 15-24 tahun sedang mengalami dating violence, mulai dari pelecehan sampai penganiayaan secara fisik. (hal. 38).


Penulis yang aktif mengkampanyekan gerakan Jangan Bugil di Depan Kamera (JBDK) ini menelusuri ada keterkaitan yang cukup erat antara prilaku dating violence dengan maraknya materi pornografi yang dapat dengan mudah di akses di internet. Banyak sekali remaja dengan leluasa menyalahgunakan penggunaan gadget perekam handphone, kamera digital atau handycam untuk mengabadikan aktivitas seksual dan pornografi. menyedihkan, hampir setiap hari, diprediksi dua video porno lokal disebarkan melalui internet. Korban terbesarnya remaja putri yang dieksploitasi perekamnya sendiri -- entah dengan perasaan saling suka atau dengan paksaan--yang notabene adalah kekasihnya sendiri (hal. 65).


Buku ini tidak hanya mengungkap tren berpacaran remaja masa kini dan menjadikannya sebuah wacana ilmiah ringan yang mencoba memasuki benak remaja dan orang tua sekaligus berupaya mengkampanyekan betapa berbahaya dan massifnya perkembangan dating violence ini. Sony dengan sangat lugas memaparkan dan menolak anggapan asumsi bahwa masalah dating violence dengan kekerasan seksual hanya terjadi di negara-negara maju. Kekerasan dalam masa bercinta telah menjadi isu global yang harus diwaspadai bersama, termsuk di Indonesia.


Hadirnya buku ini ke tengah-tengah pembaca dapat digunakan sebagai panduan bagi remaja, orang tua, guru dan berbagai pihak yang mempunyai perhatian terhadap perkembangan masa depan generasi muda Indonesia tentang bagaimana mensikapi gaya dating yang sehat. Bagaimanapun juga, jutaan remaja harus segera disadarkan, bahwa mereka menghadapi masalah besar dalam hal berpacaran. Sony telah memulai sesuatu yang baik dengan menggugah alam kesadaran kita, tinggal kita yang menentukan apakah masih melihat persoalan “gunung es” ini sebagai sesuatu yang wajar dan cukup berdiam diri saja atau kemudian mendukung sepenuhnya dengan cara mempersiapkan aset generasi muda Indonesia dengan pendidikan dan memberikan pemahaman yang baik sedini mungkin sejak dari lingkungan terkecil bernama rumah tangga. ***

http://batampos.co.id/Mingguan/Buku/Menyibak_Kekerasan_Berkedok_Cinta.html