tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - 0812 271 77049

tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - 0812 271 77049
what are you looking for? I am down...

Friday, December 14, 2007

Strategi Komunikasi - Tutorial Ringan seperti Kapas!


Rekan,

Tahun 2005, saya pernah menjadi pengajar di STIE Nusantara Jakarta sebagai pengajar Public Relations (PR). Nah, karena saya juga pernah jadi PR, nggak ada salahnya kalau sekali-sekali, saya nulis tentang PR juga dong. Kemarin, tanggal 14 Desember 2007, saya kebetulan memberikan materi tentang Strategi Komunikasi di kantor kementrian Pemberdayaan Perempuan, Biro Kerja Sama Luar Negeri.

Nah silahkan di simak....

Strategic Communications Program adalah sebuah perencanaan yang mengintegrasikan semua program kerja organisasi, edukasi kepada public dan kegiatan advokasi paska program. Dengan menggunakan perencanaan waktu yang cukup, Anda akan mempunyai sebuah program yang lebih pro aktif dan strategis.

Seringkali, kita bersifat reaktif ketika sebuah isu atau sebuah kabar negative disampaikan pada departemen atau diri kita sendiri. Strategic Communications adalah cara bersiap diri menghadapi segala kemungkinan isu informasi yang kelak akan kita temui dan membuat posisi kita/departemen berada di titik genting mengambil keputusan komunikasi.

Masalahnya, banyak orang tidak siap atau tidak mau membuat strategi komunikasi yang disiapkan dari awal. Orang Indonesia selalu bergantung dengan kalimat “Apa yang terjadi, terjadilah!”, “lihat saja nanti di lapangan!” dan beberapa penerapan strategi komunikasi berdasarkan improvisasi reaktif.

Nah kalau ternyata masalahnya mendadak meledak dan genting, maka kita sering melakukan “Buying Time” atau mengulur waktu untuk berpikir bagaimana menjawab sebuah isu atau pertanyaan yang menyudutkan.

Untuk memulai sebuah strategi komunikasi, maka anda harus menjawab 6 pertanyaan utama tentang kemampuan dan keadaan komunikasi di departemen Anda.

Assess Past Communications – Lessons Learned
Adalah cara belajar terhadap strategi komunikasi yang pernah dijalankan. Carilah 3 strategi yang sukses dan 3 strategi yang paling blunder atau gagal dalam penerapannya di strategi komunikasi departemen Anda.

Lay the Foundations of Winning Communications
Meletakkan landasan dasar untuk memenangkan strategi komunikasi
Berapa banyak orang/staff yang mampu/bersedia menjadi bagian dari divisi komunikasi. Jika tidak ada, apakah dana untuk membuat atau menempatkan orang baru di divisi tersebut?

Memilih orang yang tepat dan tahan banting terhadap segala isu komunikasi yang menerpa dan bersiap menghadapinya.

Apakah Anda mengadakan program komunikasi Advokasi? Jenis komunikasi seperti ini membutuhkan pendekatan keluar organisasi, bertemu dengan orang-orang yang berkompeten yang dapat membantu kita menyelesaikan masalah komunikasi di organisasi kita.

Seberapa besar dan hebat organisasi Anda? Tahukah siapa rival dan competitor Anda? Siapa orang yang menguntungkan bagi pelaksanaan strategi komunikasi organisasi Anda?

Menetapkan Tujuan Komunikasi Anda
Tujuan Organisasi dan tujuan Campaign Communications (public Awareness, Media Coverage, Brand Establishment, Marketing position)

Mengapa Anda menggunakan strategi Komunikasi didalam Campaign Anda?
Apa unsur spesifik yang ingin anda raih dan menangkan?
Apa visi positif anda di masa depan?

Target Person
Ada beberapa orang /organisasi khusus yang kita targetkan untuk mendukung kampanye/program kita (pemimpin Negara, tokoh bangsa)

Apakah anda dapat mempengaruhi langsung sang tokoh untuk mengambil keputusan mendukung rencana Anda?

Jika Tidak, siapa orang terdekat dengan tokoh tersebut yang anda kenal dan dapat membantu? Atau ada tokoh lain?

Your Audience (Masyarakat)
Mengetahui Masyarakat yang ingin kita sasar. Mereka dapat berasal dari

Focus Group : Masyarakat yang mempunyai perhatian yang sama dengan masalah yang kita angkat. LSM, Yayasan atau grup peneliti.
Survey : mencari masyrakat yang sepaham dengan rencana komunikasi kita.
Wawancara Online dan Random.

Membingkai Issue atau Membingkai Informasi yang ingin kita sampaikan.
Informasi yang sudah kita kembangkan, lalu kita padatkan menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami oleh audience dan menarik untuk wartawan. Informasi harus bernilai berita, menarik untuk diliput dan mudah dicerna.

Kita harus mencermati informasi tersebut menjadi
1. Apa isi informasi/komunikasi yang ingin kita sampaikan
2. Siapa yang akan terkena akibat dari komunikasi yang akan kita sampaikan?
3. Siapa saja orang-orang yang berkepentingan dalam informasi ini?
4. Apa saja isu penting yang kita masukkan dalam informasi? Apa yang harus kita batasi?
5. Apakah ada gambaran, foto, atau tayangan yang bisa membantu kita menerjemahkan
informasi ini menjadi berita yang menarik?
6. Apa pesan yang terkandung? Apakah pesan ini akan dijadikan bahan media release?

bersambung, kalau saya ingat! ingat, ini akan saya lanjutkan dengan tulisan yang lebih mengerikan!

No comments: