tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - 0812 271 77049

tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - 0812 271 77049
what are you looking for? I am down...

Tuesday, December 11, 2007

Membuat Sinopsis untuk Sinetron

Rekan,

Kemarin tanggal 10 desember 2007, kebetulan saya di undang di workshop "Kiat Sukses bekerja di Stasiun televisi". Saya jadi Narasumber sesi pertama dan seperti biasa, saya menceritakan kiat-kiat sukses dan pengalaman saya menjadi penulis skenario dari tahun 2002-2007.

Penyelenggaranya, Senat Mahasiswa UMY dan ACC Event Organizer, diselenggarakan di Mini Teater Fakultas Ekonomi UMY - Gamping Jogjakarta. Nah, ini acaranya asik banget, karena sesi workshop jadi acara ngobrol berbobot (karung beras kaleee...). Nah karena waktunya singkat banget, cuma 2.5 jam, saya hanya sempat memberi masukan beberapa contoh-contoh skenario dan perancangan program televisi.

Kebetulan ada yang tanya, gimana caranya cari ide? wah ini dasar banget, jadi saat ini di blog dan di tempat yang sangat indah di internet ini (hehehe...) saya mau menampilkan beberapa ide yang sudah disusun menjadi sinopsis. Ok, tanpa banyak kata, mari kita lihat contoh-contoh sinopsis yang dulu pernah saya buat untuk Mentri KLH.

Episode I : Tukang Sampah Sakit!

Acil mempunyai teman yang bernama Niko . Niko ini anak yang super ceroboh, setiap tindakannya pasti mengakibatkan masalah yang semakin membesar. Suatu saat, Niko membeli kecap sebotol. Namun di tengah jalan, Botol tersebut jatuh dan pecah. Niko tidak mau membersihkan pecahan botol tersebut, ia malah membiarkannya berserakan di tengah jalan.

Tersebutlah seorang tukang sampah bernama Pak Keso. Beliau selalu rajin mengangkat segala macam sampah di lingkungan tempat Acil dan Niko tinggal. Namun, ketika melintas jalan, telapak kaki Pak Keso menginjak pecahan kaca botol. Kakinya terluka dan berdarah banyak sekali, dan Pak Keso harus pulang untuk diobati.

Ternyata sakit pak Keso semakin parah, ia terkena tetanus. Dan selama seminggu ia tidak bekerja mengangkut sampah. Akibatnya lingkungan yang semula bersih jadi penuh sampah.

Acil yang mengetahui pak Keso sakit, segera mengumpulkan uang sumbangan untuk membantu biaya pengobatan pak Keso. Dan bersama-sama teman2nya membersihkan sampah di lingkungannya.

Episode II : Matahari dan bungaku..

Acil mempunyai kegemaran baru. Ia senang memelihara tumbuhan di dalam kamarnya. Hal itu dilakukan karena ia merasa kasihan banyak tanaman bunga yang tumbuh di halaman rumahnya dipetik teman-temannya. Apalagi Niko yang ternyata sering usil.

Akibat kegemaran barunya, Kamar Acil penuh bunga. Ibunya merasa heran dengan tingkah Acil.

Sementara Niko membuat masalah, ia sering membuang permen karet sembarangan. Akibatnya, ayahnya menjadi korban. Ketika sedang bersiap berangkat ke kantor, Sang Ayah tidak sengaja menduduki permen karet yang menempel di kursi mobil. Dan selama di kantor, sang Ayah menjadi bahan tertawaan.

Beberapa hari kemudian, Acil mendapati bunga-bunganya layu. Lalu ia mendapatkan pelajaran, bahwa tanaman bunga harus diletakkan di luar rumah, agar mendapatkan sinar matahari dan udara segar.


Episode III :

Kakak Acil, yang bernama teguh punya hobby baru. Dia bercita-cita menjadi pemusik dan terkenal seperti Ahmad Dewa. Ia selalu berlatih musik (gitar listrik) di rumah, dan membuat suasana rumah menjadi sangat berisik.

Acil berusaha menasehati kakaknya, tetapi kakak Teguh cuek. Akhirnya Acil menemukan cara agar kakaknya tidak menyetel musik keras-keras. Caranya, Acil meminta Ayahnya membelikan Headphone.

Sementara Niko punya hobby baru juga, bermain play station. Niko mengajak Acil untuk ikut serta, tetapi Acil hanya melihat saja. Niko kecanduan bermain Play Station. Akibatnya ia jarang belajar dan nilai2 sekolahnya jatuh.

Episode IV :

Niko mempunyai mainan baru. Kaca pembesar. Ia sering usil membuat api dengan kaca pembesar tersebut. Teman-temannya menjadi korban, Niko sering melubangi baju teman-temannya dengan menggunakan kaca pembesar yang di berikan sinar matahari.

Acil berusaha menasehati Niko, tetapi tidak bisa. Bahkan di kelas, Niko sering berbuat ulah. Membakari meja-meja sekolah.

Suatu saat, Niko mendapat sial. Ia nyaris membakar rumahnya sendiri. Ketika Niko menggunakan kaca pembesar untuk membuat api di dalam kamar, ternyata api membesar dan menghanguskan buku2 pelajarannya.

Untunglah Acil datang, dan membantunya memadamkan api.

Eisode V :

Acil mendapat pelajaran tentang penyakit. Bu guru mengajarkan bahwa tangan dan kaki harus bersih bila memegang makanan. Dan sedapat mungkin harus menggunakan pelindung bila mengambil sampah.

Acil teringat Pak Keso, tukang sampah. Akhirnya ia bersama teman-temannya mengumpulkan uang untuk membelikan pak Keso sarung tangan dan Sepatu Boots guna menghindari kotoran.

Sementara Niko membuat masalah, ia jajan makanan secara sembarangan. Akibatnya ia terkena diare, sakit dan tidak masuk sekolah. Acil dan teman-temannya membesuknya dan menasehati agar Niko tidak jajan sembarangan.

EPISODE VII

Kak teguh, kakak Acil punya kebiasaan buruk. Ia sering menggantungkan pakaian dan kotoran di dalam kamar. Akibatnya banyak nyamuk dan bau tidak sedap didalam kamar. Tapi kak teguh cuek.

Acil mencoba memecahkan masalah, kalau pas kak teguh tidak ada dikamar, Acil segera mengambil baju-baju tersebut dan mencucinya di mesin cuci. Acil pun ternyata bisa menyeterika pakaian. Suatu saat kak teguh melihat tindakannya, dan Kak teguh merasa malu dan tersadar.

Sementara Niko punya hobi bermain layangan. Tetapi ia sering sembarangan memainkan layangan di pinggir jalan. Akibatnya, benang layangannya sering mengenai pengendara motor dan orang-orang yang lewat. Niko dimarahi habis-habisan.

Lalu Acil berusaha membantu Niko untuk bermain layangan dengan aman. Mereka bermain di atap rumah Acil yang datar. Dan aman tidak mengenai kabel dan orang lain.

Contoh Script Documenter Klik Here!

No comments: