Wawancara di Solopos FM - Srimulat

Sebenarnya, saya telat banget menulis tentang acara yang sudah berlangsung seminggu yang lalu, tepat pada 24 oktober 2011. Saya diundang mbak Retno Wulan, PR dari The Sunan Hotel yang ternyata sesama alumni Universitas Sebelas Maret. Saya malah berkenalan dengan beliau via twitter. Si Mbak yang manis dan cantik ini mempunyai blog di http://www.retnowulan.net 

Kebetulan Mbak Retno juga menjadi penyiar di Radio Solopos FM. Ia meminta saya datang untuk wawancara soal buku Srimulat yang saya tulis. Hadir juga di radio, Mas Koko dan Mbak Mia wakil dari keluarga besar Srimulat. Kebetulan, ibu Djudjuk berhalangan hadir, tapi wawancara malam itu cukup meriah dan menyenangkan.

Saya datang agak terlambat, karena suasana kota Solo dari sore sampai Maghrib diguyur hujan deras. Saya sempat mampir ke Rumah Blogger Bengawan, bertemu dengan mas @blontankpoer, tokoh terkenal di dunia blogger Indonesia.

Nah, selama wawancara di Solopos FM yang dimulai dari jam 19.00, fokus bahasan meliputi sepak terjang Srimulat di era kini. Mas Koko menerangkan, bahwa Srimulat Junior yang saat ini dibentuk oleh beliau, sedang disibukkan dengan jadwal syuting ANTV. Oh ya, sekarang, sudah terpilih 10 anggota Srimulat Junior dari hasil ajang audisi Srimulat Cari Bakat yang diselenggarakan pada Maret-Juli 2011. Ceritanya, saat ini, para Srimulat Junior mendapatkan job pembuatan sketsa komedi ANTV, dan Mas Koko memegang penuh kendali kreatif dan manajemen di proyek tersebut.

Mas koko & Mbak Mia - Srimulat Management
Wawancara berjalan cukup gayeng. Mbak Mia, salah satu putri dari Bu Djudjuk menceritakan tentang PT Srimulat Cipta Media yang saat ini menjadi payung manajemen Srimulat yang sebelumnya berbentuk yayasan. Sementara Mas Koko juga cerita tentang asal-usul Srimulat yang berasal dari nama seorang perempuan pegiat seni pertunjukan.

Nah, pas di sesi tanya jawab buku, saya kebagian pertanyaan, kenapa saya menulis tentang Srimulat. Saya jawab, karena saya pengagum Srimulat dan saya ingin berterimakasih terhadap Srimulat atas hiburannya berpuluh tahun semenjak saya kecil hingga dewasa. Saya hanya memosisikan sebagai seorang fans yang baik dan ingin mendorong Srimulat mempunyai generasi baru yang kelak akan lebih mewarnai dunia komedi.

Tentang Dunia Komedi dan Televisi


Sebelumnya, saya sempat ngobrol banyak dengan Mbak Retno, bahwa Solo tercatat sebagai kota penghasil seniman komedian televisi terbanyak. Faktanya, banyak seniman Solo yang eksis di dunia televisi sejak era TVRI. Kita melihat Srimulat sebagai lokomotif dunia hiburan yang berhasil memberikan wacana humor nasional, pertama kali dan hingga kini di dunia televisi. Lalu kita bisa melihat betapa regenerasi seniman Solo cukup mulus. Kita melihat TeamLo, Pecas Ndahe dan berbagai seniman komedi Solo mampu menempatkan diri mereka diblantika televisi. Dan kalau melihat Mbak Nunung Srimulat yang saat ini bermain di OVJ, maka kita semakin yakin, bahwa seniman Solo nggak ada matinya :)


Ada sebuah pendapat, mengapa seniman Solo berhasil menguasai panggung televisi, selain soal kegigihan, seniman Solo dikenal sangat mendukung regenerasi. Salah satu buktinya, Srimulat Junior sebagai hasil dari ajang Srimulat Cari Bakat beberapa diantaranya diisi oleh seniman-seniman muda Solo.

"Jangan lupa, audisi Srimulat Cari Bakat bahkan kita selenggarakan juga di kota Solo," terang Mas Koko mengamini keterangan di atas.

Wawancara semakin seru, banyak telfun yang masuk, beberapa bahkan berasal dari luar negeri yang mendengarkan siaran Solopos FM lewat website streaming di http://www.soloposfm.com

Dan, kegembiraan malam itu akhirnya harus berakhir juga. Kami semua menutup kegembiraan malam itu dengan acara makan bersama, ayam bakar dan ikan yang huenak tenan :)


Comments