tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - 0812 271 77049

tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - 0812 271 77049
what are you looking for? I am down...

Friday, June 18, 2010

Wawancara JBDK dengan Tabloid PCPLUS edisi Juli 2010




Dear Mas Sony,

Berikut daftar pertanyaan dari kami:

1. Gerakan "Jangan Bugil Depan Kamera" (JBDK) sudah dimulai sejak
tahun 2007. Bisa diceritakan motivasi awal Anda membuat gerakan ini?
Siapa saja yang terlibat?

Motivasinya karena keprihatinan melihat ratusan video porno yang dibuat Anak Muda Indonesia sejak meledaknya era penggunaan handphone kamera kurun waktu 2001-2007. Selain itu saya mempunyai anak-anak yang wajib saya lindungi masa depannya kelak dari masalah penyimpangan pornografi


2. Apa yang membuat Anda konsisten memperjuangkan gerakan ini? Ada
latar belakang pengalaman pribadi? :D

Konsistensi saya baru 3 tahun berjalan. Masih harus diuji terus :D. Saya tidak punya pengalaman pribadi apapun dalam hal bugil depan kamera hahaha….Selain itu, saya bekerja di media televise dan Dosen Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sebagai praktisi media, wajar bila saya mencoba mengambil peran untuk memperbaiki keadaan ini bukan?

3. Anggota JBDK sudah berapa orang ya? Berasal dari mana saja? Kisaran
usianya berapa?

JBDK itu basisnya komunitas. Bukan lembaga resmi, bukan LSM atau underbow partai. Anggota di grup facebook banyak sekali. Mungkin sudah ribuan simpatisan. Tetapi sebenarnya penggerak JBDK yang setiap hari bergiat di wilayah ini, hanya sekitar 5 orang. Dan kami semua berpusat di Jogjakarta. Kebetulan penerbit Kanisius Media mewadahi gerakan ini. Dan kami mempunyai kantor di sana.

4. Bagaimana perkembangan JBDK setelah tiga tahun berjalan? Apa saja
yang sudah dilakukan dan apa yang sedang direncanakan?

JBDK sudah hadir di lebih dari 100 media cetak, radio, internet. Di seluruh stasiun televise nasional (kecuali TVRI dan TPI) dalam bentuk tayangan talkshow, documenter, investigasi dan wawancara on the spot. Kami telah melakukan sosialisasi di 50 sekolah SMP dan SMA se Indonesia, 17 perguruan tinggi dan belasan acara silaturahmi, diskusi non formal dan tidak terhitung di diskusi di setiap lembaga, tempat dan berbagai acara.


5. Saya baca, JBDK memiliki sejumlah rumah singgah di beberapa daerah.
Apa fungsi rumah singgah ini? Ada di wilayah mana saja?

Rumah singgah? Data dari mana? JBDK itu punya banyak simpatisan di seluruh Indonesia. Tapi tidak ada rumah singgah resmi dari JBDK. Karena JBDK ini sebenarnya adalah gerakan komunitas untuk masalah moral.


6. Apa saja manfaat UU Pornografi yang disahkan tahun 2008 menurut
Anda? Apakah banyak membantu gerakan ini?

UU Pornografi membantu dari sisi kepastian hukum dan membantu JBDK menyebarkan pemahaman terhadap hal yang berkaitan dengan masalah pornografi, etika, undang-undang, pedoman dan saluran terhadap pemecahan masalah yang ingin diselesaikan di sisi hukum


7. Seberapa serius gejala pornografi di kalangan muda Indonesia saat
ini, terutama soal bugil di depan kamera? Hal-hal apa saja yang
menurut Anda paling mengkhawatirkan dan perlu diwaspadai? Dibandingkan
dengan negara Asia Tenggara lainnya bagaimana?

Kita melihat pornografi dari sisi pelaku dan penonton. Pelakunya semakin lama semakin bertambah banyak dan anak-anak pelajar mulai tergila-gila mencoba mengabadikan adegan pornografi ke dalam kamera digital mereka. Belum lagi para idola, artis, role model, anggota DPR yang malah mencemari dan menambah kegilaan videopornografi dan fotopornografi dalam skala besar. Kasus video artis belakangan ini, menambah kegilaan yang mengkhawatirkan. Biasanya, apa yang dilakukan idola, akan diikuti para fans pemujanya. Semoga tidak ya :D. Belum lagi media banyak salah menceritakan/memblowup kasus sehingga membuat kasus pornografi menjadi HEADLINE ENTERTAINMENT belaka….

Kalau dari sisi penonton/pemirsa/yang mengoleksi materi pornografi. Indonesia berada di peringkat 4 konsumen yang memburu materi pornografi lewat internet. Kalau lihat di situs toptenreviews.com, kita bisa lihat dengan jelas kondisi Negara kita yang ternyata masuk peringkat 10 besar dunia. Belum lagi bila kita mau melakukan mapping antar kota, kita akan kaget melihat kota-kota besar, kota pendidikan, ternyata disinyalir menjadi konsumen materi pornografi digital lewat situs unduhan di Internet. Dibandingkan dengan Negara asia tenggara lain, waduh, Indonesia payah banget. Kita ini kecanduan mengoleksi dan sekaligus bergerak menjadi pelaku dan memproduksi film-film porno amatir dalam jumlah yang terus-menerus bertamabah


8. Menurut Anda, apa sih yang membuat para remaja senang merekam
gambarnya sendiri yang berbau pornografi? Kemudahan teknologi atau
memang eksibionis?

Coba buku saya berjudul “500+ gelombang video porno iNdonesia” . itu buku biblenya gerakan JBDK! Saya tulis hasil penelitian saya di buku itu

1. Motif iseng : Bikin video porno hanya gara-gara iseng dan mau coba-coba

2. Atas nama cinta : sebagian besar video porno remaja kita , justru dibuat para pasangan cinta!

3. Candid Camera : Beberapa video adalah hasil “mencuri gambar” terhadap aktifitas seksual yang dilakukan orang lain dan diintai sekaligus direkam.

4. Crime : Video porno kekerasan. Pelakunya senang mengabadikan kekerasan seksual dengan kamera handphone (Kasus perkosaan mahasiswi di Malang 2007)

5. Pedofilia : Jika tidak dihentikan, maka kelak video porno akan mengenai anak-anak kecil sebagai pelaku sekaligus korban yang mematikan.

9. Seperti apa dampak populernya layanan jejaring sosial terhadap
perkembangan pornografi di kalangan muda?

Jejaring social menyebarkan informasi jauh lebih cepat dalam skala masal , dibandingkan situs non jejaring. Jejaring social layaknya jutaan orang yang berbicara secara serentak dalam sebuah wadah dan melakukan diskusi, penilaian, distribusi dan kegilaan lainnya secara serempak. Tetapi ada jejaring social juga sangat membantu untuk melakukan penilaian secara massive. Mampu mengumpulkan opini, sekaligus menggerakkan siapa saja di dunia realita untuk bergerak , menghentikan atau melanjutkan. Dan karena sifat updatenya setiap saat, setiap detik, segala macam informasi mampu disebarkan setiap saat. Jika kita tidak hati-hati menggunakan jejaring social, kita bisa menjadi korban. Karena di lokasi ini, banyak orang berkerumun (Crowd) yang berarti, kita tidak selalu aman dalam setiap kerumunan. Maka, hati-hati dan bijaksana dalam menggunakannya.

10. Kenapa ya pelaku aktivitas pornografi ini sepertinya lebih banyak
berasal dari kota kecil di Indonesia? Betul atau tidak anggapan PCplus
ini?

Kalau bicara secara aktifitas pornografi NON digital, kota-kota kecil justru banyak banget kasus-kasus pornografi yang meledak. Dari sekedar goyang pantura, sampai masalah pertunjukan tidak senonoh di pelosok dengan berbagai music dangdut yang dibawakan penyanyinya. Tetapi bila bicara Pornografi DIGITAL, kota-kota besar adalah penyumbang terbanyak materi video porno (dilihat dari asal pelaku atau asal video itu terupload)

11. Saya baca, komitmen gerakan ini ada tiga: tidak membuat materi
Bugil Depan Kamera (BDK) baru; tidak menjadi penyebar materi BDK; dan
menghapus tanpa jejak materi BDK, baik buatan sendiri atau orang lain,
yang belum tersebar. Komitmen yang pertama mungkin lebih mudah
dilakukan. Tapi bagaimana caranya menyadarkan orang untuk
mempraktekkan komitmen yang kedua dan ketiga?

Tentunya kita membutuhkan kesadaran bersama. JBDK mencoba menyebarkan kesadaran bersama tersebut. Untuk membuat orang mengikuti kesadaran ini, cara pertama gunakan UU Pornografi untuk membuat mereka sadar akan akibat hukumnya. Jika itu tidak mempan, mungkin aturan agama bisa membuat mereka menurut.

Selain itu JBDK berusaha berkeliling ke setiap sekolah dan setiap titik di Indonesia untuk memberikan kesadaran, bahwa pornografi itu masih bisa dilawan. Jika memang kita mau untuk melawannya. JBDK berusaha menyadarkan anak muda, bahwa ada yang lebih penting di dalam hidup, dibandingkan masalah pornografi.


12. Menurut Anda, langkah-langkah nyata apa saja yang seharusnya
dilakukan oleh Pemerintah untuk mendorong berkurangnya aktivitas
pornografi di kalangan remaja?

Undang-undang harus mempunyai alat yang benar untuk menjalankannya. Jangan setengah-setengah kalau bikin peraturan. Mendiknas harus turun tangan memberikan peraturan, pedoman atau memasukkan kurikulum masalah penyimpangan pornografi di sekolah. Sehingga menjadi tools pendidikan.

13. Bagaimana komentar Anda tentang kasus Ariel-Luna Maya-Cut Tari
yang sedang "panas" belakangan ini?

Parah ya. Ini titik paling prihatin kita terhadap kasus yang membuat jutaan dari kita semua memboroskan uang dan waktu untuk menghujat sekaligus menikmati video mereka. JBDK berusaha meminta semua anak muda Indonesia, menahan diri dan tidak ikut-ikut menyebarkan materi mereka. Keadaan sudah genting, kita harus menyadarkan diri kita semua.

14. Bagaimana caranya kalau ada pembaca PCplus ingin bergabung dengan
gerakan JBDK?

Situs resmi JBDK ada di http://tvlab.blogspot.com . JBDK adalah gerakan moral dengan basis BLOG. Silahkan bergabung, ambil segala wacana kami di blog tersebut. Atau add saya (email saya : penulistangguh@gmail.com , untuk berinteraksi di facebook)

15. Apa pesan Anda bagi para pembaca PCplus yang rata-rata berusia muda?

Mari sadarkan diri kita sendiri. Masa depan masih panjang. Kita tidak perlu menjadi korban atau pelaku seperti Ariel dan Luna. Mari berjanji, demi masa depan kita dan Indonesia yang lebih baik, kami berjanji untuk tidak akan bugil di depan Kamera!

Kalau masih kurang, nanti akan ditambah lagi hehehe. Saya tunggu
jawabannya ya! :) Thanks a lot sebelumnya :)


Best regards,

Keshie

Thx ya, sudah bantuin JBDK!

Sony Set

0812 271 77049

No comments: