tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - 0812 271 77049

tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - 0812 271 77049
what are you looking for? I am down...

Saturday, April 5, 2008

JBDK di Suara Merdeka 5 April 2008


Suara Merdeka, 5/4/08

"Program Jangan Bugil"

Maraknya kasus trafficking (perdagangan perempuan) dan kekerasan terhadap perempuan dewasa ini membuat Menneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta prihatin. Putri Proklamator RI, Bung Hatta itu, menilai kasus-kasus sepeti itu terjadi karena banyak faktor.

"Antara lain miskion interprestasi pengajaran agama, rendahnya tingkat pendidikan masyarakat dan kelaparan," katanya.

Guna menangkal terjadinya kekerasan terhadap perempuan, pihaknya kini gencar menyosialisasikan gerakan anti trafficking yang sekarang sudah ada UU dan PP-nya. Salah satunya dengan meluncurkan program "Jangan Bugil di Depan Kamera" bekerja sama dengan kantor Menneg Lingkungan Hidup dan kalangan LSM Perempuan.

"Kami mengharapkan Departemen Agama lebih gencar menyosialisasikan dan mengamankan nilai-nilai kehormatan kesusilaan dengan cara-cara yang lebih memasyarakatkan. Untuk mengadopsinya, kami mengadakan program 'Jangan Bugil di Depan Kamera'", jelas istri tokoh koperasi Prof. Dr. Sri-Edi Swasono itu.

Meutia berharap program tersebut bisa mencapai daerah-daerah yang dibidik seperti Indramayu, Jawa Timur, Sulawesi, NTT, NTB, Lampung, Kalbar, Sulut dan Riau. (Fauzan D)

Meutia Hatta Garap Film ‘Jangan Bugil’
By admin on Apr 4, 2008 in MITRA UP DATE- Berita Terkini Mitra 97FM

Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta terus berpacu memerangi aksi perdagangan (trafficking) perempuan. Berbagai media ia tempuh, termasuk melalui karya sinema.

“Saya akan mengeluarkan program baru melalui film berjudul ‘Jangan Bugil di Depan Kamera’,” ujar Meutia Hatta, di sela-sela acara seminar perempuan, di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2008).

Melalui film itu, putri proklamator ini akan mengkampanyekan nilai-nilai kehormatan, kesusilaan dan tata cara perempuan Indonesia di masyarakat. Mengenai, bagaimana perempuan Indonesia harus bersikap.

“Ini bagian dari perjuangan kami. Perempuan sekarang beda dengan perempuan zaman dulu, karena pengalaman dari orang tua dalam mengajarkan nasehat kepada anak perempuannya berbeda,” tutur Meutia. (sjn)

Meuthia: Jangan Bugil Depan Kamera!
WINDI WIDIA NINGSIH
Meuthia Hatta
(iPhA/Abdul Rauf)

INILAH.COM, Jakarta - Menneg Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta gencar menyosialisasikan gerakan anti trafiking. Salah satunya dengan program 'jangan bugil di depan kamera'. Dia berharap kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan bisa ditekan.

Maraknya kasus trafiking dan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di Indonesia, kata dia, dilatarbelakangi kuatnya norma dan budaya tradisi sebagai refleksi atas dominannya nilai-nilai partiarki di banyak masyakarat dunia, misinterpretasi pengajaran agama, rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, kelaparan dan lain-lain.

Karena itu, upaya menepis kekerasan terhadap kaum perempuan merupakan bagian dari perjuangan wanita terhadap trafiking yang sudah ada UU-nya dan PP-nya.

"Kami bekerjasama dengan LSM, peranan perempuan dan lingkungan hidup supaya membuka wawasan. Oleh karena itu, kami mengharapkan Departemen Agama lebih gencar menyosialisasikan dan mengamankan nilai-nilai kehormatam kesusilaan dengan cara-cara yang lebih bersifat memasyarakatkan. Untuk mengadopsinya kami mengadakan program jangan bugil di depan kamera," beber Meuthia.

Untuk target pencapaiannya, daerah yang dibidik adalah Indramayu, Jawa Timur, Sulawesi, NTT, NTB, Lampung, Kalimantan Barat, Sulut dan Riau.

Meuthia juga menyerukan agar anggota International Council of Woman untuk dapat secara nyata mengarahkan dana pada isu-isu tersebut.[L5]

Sony Set.

No comments: