tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - 0812 271 77049

tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - 0812 271 77049
what are you looking for? I am down...

Sunday, March 25, 2007

Fenomena Maraknya Mini Video Cabul dalam Teknologi Seluler berbasis 3G Multimedia – Ancaman dan Harapan.

Fenomena Maraknya Mini Video Cabul dalam Teknologi Seluler berbasis 3G Multimedia – Ancaman dan Harapan.
- Sony set-

Disampaikan pada tanggal 8 Desember 2006 – Kampus UPN Veteran

Selamat datang di era informasi bebas hambatan dan kecepatan tinggi! Era Mobile Seluler, ketika Handphone menjadi perangkat wajib dan perangkat entertainment para penggunanya. Data statistic menunjukkan tidak kurang dari 3 juta manusia Indonesia sekarang sudah menggunakan Handphone sebagai alat komunikasinya. 1/3nya telah menggunakan handphone keluaran terbaru yang menggabungkan kemampuan fotografi dan videografi (data dari majalah Seluler Indonesia).

Maka tumbuhlah sebuah komunitas baru, para pemakai handphone yang menggunakan fungsi lain, lebih dari sekedar untuk menelpon dan berkirim pesan. Kini mereka menjadi pemakai, penikmat dan pelaku pembuatan tayangan audio visual dengan menggunakan handset terkini.

Tumbuh berkembangnya teknologi handphone mempermudah setiap orang untuk mengekspresikan rasa seni dan eksplorasi peralatan audio visual yang murah meriah, ringan dan instant. Setiap pemakai HP, mendadak ikut serta berkarya apa saja atas nama seni instant. Membuat berbagai macam dokumentasi, memotret apa saja hingga kecenderungan untuk hal-hal lain yang kadang menyimpang.

Teknologi yang tertanam dalam peralatan telepon sebenarnya terbagi menjadi beberapa tingkatan pemrosesan data dengan sandi G-Technology. Diantaranya adalah

1. Zero G : Adalah teknologi Mobile seluler generasi awal yang menggunakan basis kabel dan peralatan terminal yang saling terhubung. Contoh dari teknologi ini adalah telepon kabel, PTT dsb.
2. 1G : Adalah awal lahirnya teknologi seluler yang menggunakan teknologi AMPS. Di Indonesia dikenal dengan kode 082. Menggunakan frekwensi radio dan mempunyai kendala distorsi sinyal akibat penghalang berupa gedung dan bangunan-bangunan beton.
3. 2G : Adalah teknologi yang masih diadopsi sejak tahun 1997. Dengan dikeluarkannya standar GSM dan CDMA sebagai penyempurna teknologi AMPS. Di teknologi ini, sudah bisa menggunakan standar pengiriman data lewat jaringan seluler berbasiskan Text. Lalu muncullah teknologi WAP untuk mendukung teknologi GSM tersambung dengan jaringan Internet. Era ini menandai lahirnya teknologi SMS yang menjadi booming hingga hari ini.
4. 2.5G : Ditandai dengan lahirnya fitur GPRS, sebuah tools yang ditambah pada peralatan handset untuk mengakses Internet lebih cepat. Fitur ini muncul tahun 2000 dan menjadi primadona para pelaku pengakses data GPRS-Internet hingga hari ini. Fitur pertama yang disediakan adalah berkembangnya fasilitas MMS (Multimedia Messaging Service) dan tipe file gambar dan video generasi awal sudah dapat dikirim melalui layanan ini.
5. 3G : Adalah teknologi yang baru bisa dinikmati di Indonesia pada tahun 2006. Digunakan untuk lalulintas data kecepatan tinggi dengan jumlah kilobyte yang cukup besar seperti VIDEO, Music, Email. Gambar dan file-file multimedia. 3G menjadi fenomena baru, ketika fasilitas Audio Visual (Videografi) menjadi sebuah standar baru pada peralatan handphone.

3G dan Fenomena terkini.

Di Indonesia, 3G adalah generasi ke 3 yang menandai era komunikasi audio visual via peralatan handphone. Teknologi ini baru saja diperkenalkan oleh 3 operator besar seperti Telkomsel, Indosat dan Excelcomindo. Diawali dengan meledaknya bisnis multimedia berbasis handphone yang menawarkan mobile content seperti Ringtone, Wallpaper, Video, music MP3 dan pernak-pernik game seluler. Nilai bisnis yang diperebutkan untuk pasar ini sekitar 100 milyar per tahun (sumber data riset internet) untuk periode 2004-2006. Data tersebut adalah data mobile content yang dihitung secara resmi lewat proses downloadable mobile content via saluran internet dan nomor-nomor berbayar. Bisnis ini sangat menggiurkan, contoh kasus, grup Musik Samsons, menangguk royalty bersih sekitar Rp. 150 juta, dari bisnis Ring Back Tone pertahun 2006. Angka ini terus bertambah karena semakin banyak pemakai Handphone yang mulai menyukai layanan RBT yang menjadi fasilitas standar operator seluler.

Data di atas, belum termasuk bisnis mobile content yang disebarkan kios-kios handphone di seluruh Indonesia. Ada yang legal adapula yang resmi. Dan estimasi nilai bisnis yang tidak terpantau dari penyebaran via kios-kios HP sekitar 150-200 milyar per tahun (karena menggabungkan unsur pembajakan illegal).

Ladang pekerjaan baru dan fenomena bisnis Handphone era 3G menjadi sebuah wacana dunia bisnis baru. Namun seiring dengan meledaknya bisnis virtual ini, berkembang pula sebuah fenomena penyimpangan penggunaan teknologi Handphone yang sangat dahsyat dan mendebarkan….

Fenomena Mini Video Cabul !

Dimulai pada tahun 2004, ketika rekaman aktifitas sex sepasang mahasiswa Trisakti disebarkan via handphone dengan teknologi Bluetooth dan GPRS. Maka sejak saat itu, bermunculan ratusan mini video cabul yang beredar lewat peralatan handphone dengan fasilitas multimedia dan 3G. Tidak kurang dari 500 rekaman aktifitas sex dan pornografi terekam dan tersebar di jutaan handphone di Indonesia hingga akhir 2006. Sebuah fenomena yang menggemparkan terjadi ketika ditengarai, tidak hanya mahasiswa, bahkan siswa-siswi SMA di beberapa daerah di pulau Jawa terekspos aktifitas sexnya akibat keisengan mereka merekam adegan-adegan pribadi yang sebenarnya tidak boleh dipertontonkan di muka umum.

Tidak hanya dunia pendidikan, kasus mini video cabul menyentuh sendi-sendi SARA. Ketika tahun 2005, beredar rekaman video Ragliana Sofiana, seorang siswa SMU di Jember lengkap dengan atribut jilbab, melakukan aktifitas hubungan sex dengan pacarnya. Rekaman tersebut membuat heboh dunia pendidikan dan kaum agamawan yang merasa miris melihat symbol-simbol agama dicampuradukkan dalam tayangan pornografi.

Dibeberapa universitas dan perguruan tinggi, fenomena Mini Video Cabul menjadi sebuah ‘trend’. Banyak sekali kasus-kasus rekaman aktifitas sexual para mahasiswa perguruan-perguruan tinggi terkenal di pulau Jawa tersebar dan menjadi bahan koleksi para pengguna HP 3G Multimedia. Maka tidak heran bila beredar isu bahwa Para Mahasiswa Perguruan Tinggi di Indonesia menduduki peringkat teratas sebagai pembuat Mini Video Cabul terbanyak.

Di kalangan Profesional dan Pegawai negeri, juga terjadi kasus penyebaran rekaman video klip porno. Dari sekedar adegan voyeurism hingga rekaman selingkuh antar pejabat. Kasus peredaran mini video cabul seorang bupati dan seorang staffnya di daerah jawa tengah adalah gambaran betapa teknologi video dan 3G Multimedia disalahgunakan dan menjadi senjata makan tuan. Tersebarnya rekaman mini video cabul secara teknis dapat dijabarkan sebagai berikut :
1. Pertukaran data lewat teknologi GPRS : GPRS pada handphone adalah salah satu fasilitas untuk dapat terhubung di Internet. Biasanya, pengguna teknologi ini sangat mengerti bagaimana menggunakan hpnya untuk melakukan konektifitas dengan internet. Para pengguna sudah terbiasa melakukan pengiriman email. Dan biasanya, file-file mini video cabul yang terekam dalam database HP pengguna, dikirimkan ke Internet lewat saluran Email.
2. Pertukaran data lewat Bluetooth : Bluetooth adalah sebuah fasilitas baru yang ditanam pada HP untuk melakukan pertukaran data jarak pendek. Setiap pengguna HP terbiasa saling menukar file multimedia lewat teknologi ini, karena tidak dikenakan biaya apapun. Beda dengan GPRS yang dikenakan biaya per byte terkirim.
3. Pertukaran Data karena tukar-menukar Memory Card : Biasanya para pengguna HP sering memindahkan data-data mereka yang sudah penuh ke media lain seperti Hardisk dan sebagainya. Namun adapula pengguna yang selalu melepas Memory Cardnya untuk di”cuci-cetak” lewat kios-kios foto multimedia atau sekedar mengupgrade mobile content mereka. Nah celakanya, bila tidak berhati-hati, kadang data-data rahasia pada memory card anda di curi justru oleh operator Kios foto Multimedia.
4. Pertukaran Data karena HP hilang atau dicuri : Maka berhati-hatilah anda jangan sampai HP dan data-data yang tersimpan didalamnya di curi orang.

Mengapa Membuat Video Cabul?

Dari 500 file Mini Video Cabul yang tersebar di Internet, kita dapat memilah bermacam-macam tipe tayangan video cabul yang telah dibuat di Indonesia. Dari sisi pembuat tayangan ditemukan beberapa kategori para pembuat, pelaku dan ‘aktor’ yang di rekam.
1. Sepasang Anak muda yang sedang berpacaran : Mini video cabul yang melibatkan sepasang anak muda yang sedang memadu cinta adalah rekaman terbanyak yang dijumpai di Internet. Sekitar 300 file yang sempat diteliti menampilkan adegan sex antar pasangan-pasangan muda SMA hingga mahasiswa. Biasanya cara perekaman gambar dilakukan dengan cara sukarela, antar pasangan sengaja atau tidak, sering menyebutkan kata-kata rayuan bagi pasangannya.
2. Pasangan Selingkuh : Pasangan ini sebenarnya sulit dideteksi, namun analisa dari sound, dialog dan tehnik perekaman gambar dapat memberikan kita keterangan bahwa pasangan yang sedang terekam adegannya adalah pasangan-pasangan selingkuh.
3. Sex Party : Jenis tayangan ini hanya sekitar 10% dari total file yang berhasil dianalisa. Biasanya melibatkan wanita tuna susila dan para hidung belang yang gemar melakukan sex party bersama-sama.
4. Crime & Perkosaan : Video jenis ini lebih sedikit, pelakunya dipastikan laki-laki yang tega mengabadikan adegan perkosaan terhadap korban lawan jenisnya.
5. Homo Sexual dan Lesbian : Hanya ada 3 jenis tayangan homo dan lesbian Indonesia yang tersebar di Internet. Tetapi tidak menutup kemungkinan akan bertambah dalam kuantitas yang mengagetkan.

Fenomena Mini Video Cabul terbaru adalah rekaman adegan sex antara Maria Eva (Bendahara AMPI) dan YZ (kepala seksi kerohanian DPP Golkar – Anggota DPR). Maka runtuhlah sekat-sekat etika dan moral. Rekaman ini mencapai rekor penyebaran terbesar hingga saat ini. Dari data di Internet, tidak kurang dari 600 ribu pemakai Internet di Indonesia telah mendownload file 3GP rekaman ini dari situs-situs penyedia rekaman cabul. Sedangkan penyebaran melalui Handphone diperkirakan telah mencapai 200 ribu pemakai handphone dengan menggunakan saluran Bluetooth, 3G, GPRS dan saluran manual seperti pengcopyan file lewat kios-kios layanan HP.

Ditaksir, minimal sekitar Rp. 3 milyar telah menguap untuk kegiatan ini (3.000.000.000 = Rp. 5000 sewa internet 1 jam x 600 ribu orang pendownload dari internet). Angka ini terus bertambah setiap hari. Menurut situs http://www.fastdrive.com, setiap hari 10.000 pengguna Internet di Indonesia mendownload file ini dari server mereka. Sedangkan menurut search Engine Yahoo dan Google, tidak kurang 50.000 pengakses internet Indonesia setiap hari mencari kata kunci : Maria Eva!

Nilai uang yang berputar hanya untuk aktifitas download file di Internet semakin berlipat bila berbicara dalam level dunia. Tidak hanya orang Indonesia saja yang tertarik mengkoleksi file-file Mini Video Cabul buatan Indonesia, bahkan situs-situs Sex berbayar di Amerika Serikat dan Eropa telah melakukan link kerja sama dan melibatkan jutaan orang customer mereka di seluruh dunia untuk mengkoleksi file-file blue film buatan anak negeri. Total estimasi, sekitar 1 juta orang perhari dari berbagai penjuru dunia melakukan aktifitas : mendownload file-file Mini Video Cabul Indonesia. Dan rata-rata, sebuah file yang menjadi favorit akan dirating sangat tinggi dan dapat bertahan selama 30 hari sebagai “The Most Wanted File”. Artinya, rata-rata file Mini Video Cabul terbaik buatan Indonesia akan tersebar secara otomatis paling sedikit ke 30 juta pengakses internet di seluruh dunia. Memecahkan rekor movie Box Record tradisional yang digunakan jaringan Hollywood lewat teater-teater sinemanya.

Bangga?

Maka ketakutan akan semakin banyak dan semakin meluasnya kasus-kasus penyalahgunaan teknologi menjadi kenyataan pahit. Semakin tingginya jumlah para pengguna Handphone di Indonesia tidak dibarengi dengan kesadaran moral dan etika untuk tidak menyalahgunakan teknologi sebagai alat untuk membuat tayangan pornografi. Rata-rata para penyalahguna teknologi ini menjelaskan berbagai motivasi mengapa mereka membuat tayangan porno adalah sebagai berikut :

1. Iseng : Pola ini paling banyak terjadi disetiap rekaman Mini Video Cabul. Mulanya seolah hanya sebuah permainan, keisengan semata untuk saling mengabadikan aktifitas mesra. Mereka para pelaku tidak menyadari bahaya yang akan terjadi bila perbuatan mereka terekspos ke umum.
2. Ceroboh : Beberapa file 3GP di internet yang menggambarkan aktifitas cabul merekam adegan-adegan sex yang dibuat dengan tidak sengaja. Akibat salah pencet tombol HP atau kekeliruan melakukan perekaman.
3. Crime : Voyeurism, pemaksaan, pencabulan sengaja. Biasanya digunakan orang ke tiga yang sengaja melakukan perekaman aktifitas sex para pasangan muda. Mereka mengintip, memaksa bahkan ada yang menjebak untuk mendapatkan angle shot yang mereka inginkan. Para wanita dan remaja putri adalah korban paling rentan. Banyak yang dijebak pasangannya yang sebenarnya ingin mempermalukan sang wanita dan memerasnya lewat tayangan porno yang berhasil dibuat.
4. Bisnis : Beberapa pelaku film blue Intenational ditengarai sudah mendirikan studio-studio cabul dibeberapa kota besar di Indonesia. Di Bali, ditemukan bukti bahwa VIVID Interactive, perusahaan film Blue terbesar di Dunia telah membuka studio syuting disana. Perusahaan ini merambah ke jalur mobile content sebagai lini usaha mereka. Dan celakanya, mereka menggandeng mitra local sebagai film creator, co produser dan Aktor-aktrisnya.

Crime dan Voyeurism

Efek negative dari tayangan mini video cabul merambah ke bidang criminal. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang bahkan Yogyakarta telah berkembang pola pembuatan tayangan cabul dengan cara mencuri gambar. Kasus Video casting sabun yang melibatkan artis tenar dan dilakukan oleh seorang fotografer dengan menempatkan kamera tersembunyi di ruang ganti, adalah sebuah awal dari ribuan gerakan pencurian gambar amatir yang dilakukan para pelaku kejahatan.
Toilet-toilet umum wanita menjadi tempat yang paling ditakuti saat ini, karena banyak pelaku menempatkan kamera-kamera tersembunyi untuk merekam berbagai macam adegan.

Dibeberapa hotel besar di Jakarta, juga tidak luput dari jamahan para pembuat film blue criminal. Mereka sering melakukan booking kamar disebelah calon korban (artis, orang terkenal). Mereka menggunakan berbagai macam cara untuk mendapatkan berbagai macam gambar video target korbannya dengan cara tersembunyi. Maka, berhat-hatilah bagi wanita baik-baik yang sering menggunakan toilet umum dan kamar hotel. Karena anda akan dieksploitasi habis-habisan tanpa Anda pernah tahu bahwa diri Anda adalah target korban.

Mini Video Cabul : Penyimpangan penggunaan teknologi media komunikasi, masa kini dan masa depan.

Suram dan mengkhawatirkan! Mungkin adalah kata yang tepat menggambarkan kondisi ini di masa depan. Diprediksi, angka pertumbuhan produksi mini video cabul akan naik 10 kali lipat dalam 1-5 tahun ke depan. Harga Handset Handphone yang semakin murah, sekat-sekat moral etika yang semakin tipis, kegilaan para pelaku yang tidak atau sengaja melakuan perekaman, kriminalitas dan bisnis film blue adalah factor yang akan menjadi wacana yang menggoncang kita setiap hari.

Layanan 3G akan berkembang biak semakin liar. Akan lahir TV 3G yang dibuat para pembuat film rumahan. Akan lahir stasiun TV illegal lewat saluran 3G yang menyiarkan berbagai tayangan pornografi di Indonesia. Dan layaknya Internet, 3G sangat sukar untuk disensor dan dibatasi.

Industri sex yang melibatkan audio visual akan menjamur. Ribuan file mini Video Cabul akan menjadi santapan sehari-hari yang akan mengunjungi Handphone-handphone kita. Kita akan semakin terjerat dan kecanduan untuk mengkonsumsi tayangan tersebut. Tidak ada cara untuk lari dan bersembunyi, kecuali kita membuang handset kita yang berteknologi tinggi dan menukarnya dengan Teknologi 1G.

Pesimis?

Saya sering berdebar-debar jika melihat sepasang muda-muda sedang berpacaran asyik saling mengabadikan masa percintaan mereka dengan menggunakan HP. Pertanyaan saya semakin nakal, apa yang mereka lakukan kemudian? Apakah mereka merekam ciuman pertama mereka? Lalu setelah itu mereka akan merekam pelukan mesra mereka? Setelah itu? Ciuman Mesra? Adegan-adegan dewasa? Atau segala hal yang seharusnya tidak boleh di dokumentasikan?

Teknologi adalah hal yang membantu kita untuk hidup lebih baik. Namun ketika teknologi menjadi candu dan menjadi “tuan atas segala pikiran kita”, maka penggunanya akan menjadi korban. Selamatkan diri Anda dari bahaya teknologi, jangan pernah telanjang di depan kamera handphone anda, jangan membuat tayangan cabul, jangan pernah terbujuk atau membujuk pasangan Anda untuk membuat tayangan cabul. Ingatlah, bahwa sekali Anda melakukan, Anda akan menjadi korban seumur hidup. Semoga masa depan kita lebih baik dari hari sekarang. Semoga.

Sony Set.
Sutradara dan Penulis Skenario
Pemerhati dunia komunikasi mobile dan internet. Penulis buku computer, fiksi, scenario dan non fiksi. Sedang menyiapkan buku “Fenomena Mini Video Cabul di Indonesia”
Cell : 0818 936 046

No comments: