tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - 0812 271 77049

tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - 0812 271 77049
what are you looking for? I am down...

Monday, December 12, 2011

Belajar dari perkembangan iOS & Andorid Market - India dan China

Understanding the iOS and Android Market in China & India

China dikenal sebagai produsen sekaligus pengguna perangkat smartphone nomor 2 terbesar di dunia.  Para pengembang aplikasi mobile terbesar di sana seperti Popcap Games, High Noon dan Papaya Mobile mencatatkan diri mereka sebagai pengembang aplikasi-aplikasi top yang didownload jutaan kali di 2 market besar Android dan IOS market. Lalu, bagaimana cara kita memahami industri aplikasi mobile? Berkaca dari keberhasilan para developer mobile apps di china, kita bisa mengadopsi langkah strategis mereka. Beberapa di antaranya :
  1. Menghitung jumlah pemakai Smartphone secara tepat
Developer Mobile Apps di China selalu memantau perkembangan pengguna smartphone di negeri mereka hampir setiap hari. Operator jaringan seluler terbesar di China – China Mobile mengatakan bahwa per 2011, terdapat 7.44 juta pengguna iPhone di dalam jaringan mereka. Yang mengejutkan,  semua penggunanya membeli iPhone dari pasar gelap dan impor. Mereka tidak membeli iPhone dari dealer resmi di negerinya sendiri! Sementara Dianxin, produsen smartphone lokal bermerek Tapas, mengestimasikan sekitar 15 juta unit Tapas Android terjual dan digunakan secara aktif di negeri tersebut. Developer Papaya Mobile mengatakan, sekitar 10 juta iOS dan 10 juta Android Gadget terjual di negeri china per 2011. Apple Corp juga membuka pabrikan iPhone dan iPad di negeri ini. Pendapatan mereka di tahun 2011 senilai US$3.8 milyar pada Q1 dan ditutup pada US$8.8 pada Q4 2011.


Nah, dengan pasar sebesar ini, ternyata market Android Google belum diijinkan untuk terbuka sistem paymentnya baik oleh pemerintah China dan Google Corp. Alasan pertama mengenai masalah sensor dan politis. Kita tahu, China begitu ketat dan melarang hal-hal yang menganut azas keterbukaan. Akibatnya, Google menjadi maju-mundur untuk bisa menjalankan bisnis mobile Apps dan Android Market di sana. Tapi, developer mobile Apps di China seperti PopcapGames dan cabang dari Rovio (pembuat Angry Birds) tidak kehabisan akal. Mereka tetap memproduksi konten mobile apps dan dijual ke market Android lewat negara lain.

2. From Bloggers become Developers : Di China, terjadi sebuah revolusi besar-besaran dari para pengembang perangkat keras dan perangkat lunak secara berbarengan. Xiao Mi (MIUI) adalah sebuah tim developer gabungan antara alumni Google China dan Microsoft dan dipimpin oleh seorang pengusaha Lei Jun, menciptakan device Android lengkap dengan Software Developer untuk membuat berbagai macam aplikasi. Hal ini sama yang dilakukan SAMSUNG dengan BADA Operating System. Setiap pengguna peralatan buatan Xiao Mi, diberikan semacam workshop bagaimana membuat aplikasi untuk gadget yang dibelinya. Dan, sebagian besar pembeli device Xiao Mi adalah para Blogger, programmer dan orang-orang yang tertarik belajar Android. Dianxin (Tapas) membuat modifikasi OS Android menjadi Tapas OS! Walaupun masih terbatas, OS ini disambut meriah para Blogger dan developer di sana. Tapas OS 90% dibangun dengan menggunakan bahasa China sebagai script dasar kodingnya. Tapas OS mendapatkan sponsor dari gadget ACER dan Sharp dan mengembangkan OS ini sebagai OS asli dari China.

3. Kerja sama dengan Vendor dan Portal besar : Pola kerja sama dengan portal besar seperti BAIDU (social media & search engine ala China) dilakukan para developer dan Blogger. Mereka juga menggandeng vendor perangkat keras seperti ACER, Sharp, Lenovo, ASUS dll untuk mendukung mereka membuat perangkat apikasi yang siap diunggah ke market

4 .Bekerja sama dengan Operator Seluler : Dengan jumlah pelanggan sebanyak 622 juta user, para mobile Developer menggalang kerja sama antar operator mobile. Entah dengan cara bundling, Free atau sebagai aplikasi berbayar, para Developer semakin berkembang karena adanya dukungan dari operator dan permintaan pasar aplikasi yang begitu luas di China.


Yang Aneh dari China

Karena begitu cerdas dan kreatif, bangsa China berhasil membuat berbagai turunan dari berbagai macam aplikasi smarthpne. Wang Ye, seorang alumni dari Google China dan sekaligus pendiri Chinese Android game developer Doodle Mobile, menjelaskan hal yang unik tentang 2 perusahaan besar pengembang SmartPhone di sana : Xiao Mi dan Dianzin.

“Xiao Mi itu produk smartphone yang menggabungkan teknologi iOS dan Android!” ujarnya serius. Hah? Kita tahu bahwa Android dan iOS itu berbeda secara sistem operasi dan teknologi. iOS adalah turunan dari Apple XCODE sementara Android adalah turunan dari LINUX. Dua sistem yang berbeda, tetapi Xiao Mi secara ‘nakal’ menggabungkannya dalam sebuah gadget!


Xiao Mi: The “Apple of Android”

Bukan hanya dari sisi Operating System, Xiao Mi menggunakan desain ala Apple dan mencampur Android iOS dalam 1 mesin. Kemunculan Xiao Mi membuat geger para pengguna Android dan iOS. Harga yang ditawarkan sekitar US$313 atau sepertiga dari harga iPhone 4!


Dianxin: The “Android of Android”

Dianxin, dikenal juga dengan nama Tapas, adalah gadget anyar yang dibangun 100% dari Android dan dimodifikasi menjadi ‘China Banget!’ Desain animasinya luar biasa aneh dan unik. Jika kita bandingkan dengan seri Android Ginger Bread, Tapas memiliki kemiripan animasi UI 3Dnya. Tetapi, semua nya dirubah ke dalam bahasa China dan disesuaikan dengan selera China. Penjualan gadget ini di tahun 2011 baru terjual sekitar 1 juta unit.

Pengembang Aplikasi Mobile di China

Pengguna Smarthpone di China tercatat sekitar 20% dari 622 juta pengguna handphone. Artinya, ada sekitar 120 juta pengguna smartphone yang semakin lama berkembang di China. Ajaibnya, walaupun rezim pemerintahan bertindak represif dan melakukan sensor yang ketat, para mobile developer dan vendor peralatan hardware smartphone selalu mencari celah untuk tetap berkarya. Para mobile Developer membuat ribuan aplikasi game, aplikasi database dan berbagai macam aplikasi mobile lainnya yang disebarkan via market ios dan Android. Lewat semacam komunitas atau perwakilan dagang yang dibentuk di Singapore, Amerika Serikat dan daratan Eropa, China mengakomodir berbagai produk aplikasi mobile dan memasukkannya ke pasar aplikasi internasional. Bahkan, Rovio, salah satu pengembang perangkat lunak aplikasi mobile yang terkenal dengan game Angry Birds, bekerja sama dengan developer lokal china untuk mengembangkan berbagai macam game

Bertarung di pasar Internasional adalah pilihan utama dari para pengembang aplikasi mobile di China. Ketatnya sensor, larangan pemerintah terhadap beberapa konten internet dan keterbatasan Google untuk menerobos sistem ketat di China, membuat para pengembang aplikasi memutuskan fokus ke pasar Internasional. Sebut saja PopCap Games yang berbasis di Beijing, 80% produknya ditembakkan ke pasar Android Market dan iOS lewat perwakilan mereka di Amerika Serikat.

India Mobile Developers

Anomali lainnya ditunjukkan di negara India. Berdasarkan data, hanya 10% dari total pengguna handphone di India yang menggunakan Smartphone!  Perusahaan Smartphone lokal India seperti Micromaz, Zen, Maxx telah memproduksi gadget Android hingga harga semurah USD$60-70

Dengan jumlah pemakai smartphone hanya sekitar 20 juta orang, developer Mobile Aplikasi India ternyata membuat terobosan mengagetkan. Lewat petisi online yang digalang sejak 2009, para developer berhasil meyakinkan Google untuk membuka sistem payment dan sarana berjualan bagi para developer. Menakjubkan! Target market mereka, dalam dan luar negeri!


Bahkan, penetrasi mereka ke market Android terbukti mengagetkan banyak pihak. Para developer mobile apps India dengan beraninya membuat berbagai macam konten yang berasal dari negara lain. Yang absurd, bahkan lagu kebangsaan Indonesia “Indonesia Raya” dibuatkan aplikasinya oleh mereka dan diunggah ke Market Android!


Pada tahun 2011, para developers   Apps India membukukan pendapatan sebesar US$7 Billions! Rata-rata, setiap aplikasi yang dibuat membutuhkan waktu hingga 6 bulan untuk masuk ke posisi puncak.  Besarnya penghasilan ini membuka mata para raksasa IT seperti Google, Samsung, Apple dan Sony Erricson, sangat memperhitungkan perkembangan kekuatan developer di India. Pelajaran yang kita dapat adalah : Walaupun tingkat konsumerisme penduduk India masih sangat kecil dibandingkan negara lainnya terhadap kebutuhan Smartphone, tetapi mereka menjadi PRODUSEN APLIKASI MOBILE yang sangat produktif dan mampu mencapai tingkat penjualan yang sangat besar.



...tulisan masih bersambung

No comments: